Maple Girl

It's my blog, It's my world

Terlalu Singkat Tuk Dilewat

Logo Kelas Inspirasi Yogyakarta - Bulat

Perasaan sedih dan hampa yang sering kita alami, ternyata bisa saja menjadi berkah, karena mereka yang telah mempertemukan saya dengan Kelas Inspirasi Yogyakarta. Kelas dimana tidak ada kurikulum yang membatasi saya untuk belajar banyak hal, kelas yang berisi murid-murid dari beragam usia, latar belakang, dan pekerjaan, kelas dimana semua muridnya bisa menjadi guru yang membagikan ilmu dan pengetahuan, kelas yang bisa membuat saya tidak ingin beranjak dari bangku meski bel istirahat berbunyi.

 

Bermula dari perasaan sedih dan hampa yang sering dialami, saya mencari tahu bagaimana mengatasinya dengan membaca artikel-artikel motivasi. Pada salah satu artikel yang saya baca menyarankan manusia untuk berbuat amal kebaikan dalam mencari kebahagiaan, yaitu dengan berbagi kepada sesama atau menjadi relawan. Saya menyadari keterbatasan saya untuk berbagi dalam bentuk materi, karena untuk makan saja masih menengadahkan tangan kepada orangtua. Lalu bentuk kerelawanan seperti apa yang bisa saya lakukan?

IMG-20160123-WA0071

Relawan Kelas Inspirasi Yogyakarta

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Perkenalan saya dengan Kelas Inspirasi Yogyakarta berawal ketika teman saya memperlihatkan poster berwarna hijau menarik dengan ajakan untuk menjadi relawan di halaman facebook Kelas Inspirasi Yogyakarta. Rasa penasaran menuntun saya mencari tahu kegiatan seperti apa yang dilakukan Kelas Inspirasi. Ternyata, kegiatan Kelas Inspirasi berkaitan dengan dunia pendidikan, dimana sangat berbeda dengan bidang yang saya tekuni yaitu pertanian. Takut, cemas, dan ragu mendominasi perasaan saya ketika mengisi formulir pendaftaran relawan penyelenggara Kelas Inspirasi Yogyakarta. Takut bila tidak lolos seleksi Focus Group Discussion karena pengetahuan saya tentang dunia pendidikan sangat minim, cemas membayangkan ketidakmampuan saya beradaptasi dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya, dan ragu apakah saya bisa berkontribusi untuk Kelas Inspirasi Yogyakarta. Pepatah mengatakan, “90% kekhawatiranmu sebenarnya tidak pernah benar2-benar terjadi.” Terbukti, semua kekhawatiran itu tidak sepenuhnya saya rasakan ketika mengikuti Kelas Inspirasi Yogyakarta.

Jpeg

Makrab Relawan KIY 2016

Setelah lebih kurang 6 bulan berada di Kelas Inspirasi Yogyakarta, saya mulai khawatir. Khawatir bila saya tidak bisa meninggalkan Kelas Inspirasi Yogyakarta setelah berakhirnya rangkaian kegiatan KIY periode 2016. Rapat persiapan acara, berdiskusi hal-hal inspiratif, atau sekedar bercengkerama adalah hal-hal yang pasti akan dirindukan para relawan Kelas Inspirasi Yogyakarta. Saya sendiri tidak tahu, dimana letak keistimewaan Kelas Inspirasi Yogyakarta hingga membuat saya begitu betah, merasa di rumah sendiri ketika bertemu dengan teman-teman relawan. Hanya satu hal yang saya tahu,banyak teman-teman kuliah dan teman sepermainan yang mengatakan bahwa saya terlihat lebih bahagia setelah bergabung di Kelas Inspirasi Yogyakarta.

Kelas Inspirasi Yogyakarta bagi saya itu seperti sepenggal kalimat di lirik lagu Sheila on 7, “hidup terlalu singkat, untuk kamu lewatkan, tanpa mencoba cintaku.” Ya,hidup saya akan terasa singkat untuk dijalani tanpa mencoba cinta yang bertaburan di Kelas Inspirasi Yogyakarta.

Advertisements
Leave a comment »