Maple Girl

It's my blog, It's my world

Cinta Tidak Buta

on December 2, 2013

Image [image by Shanice A. Rodriguez (Queens, NY)]

Orang bilang, cinta itu buta

Saya bilang, yang buta itu mata hati dan pikirannya

Karena itulah kenapa banyak orang yang menggunakan alasan “cinta itu buta” untuk tindakan-tindakan tidak rasional yang dia lakukan. Orang itu sebenarnya paham betul bahwa yang dia lakukan berlebihan dan tidak benar, tapi dia tidak mau menyalahkan dirinya sendiri, dia menyalahkan cinta, jelas, pikirannya sesat, mata hatinya tersumbat.

Menurut saya, orang paling gila yang ada di dunia adalah mereka yang bunuh diri hanya karena cinta, entah kenyataannya ada atau tidak tapi saya pernah beberapa kali membaca di berita mengenai kasus bunuh diri dengan alasan cintanya ditolak atau diduakan (mungkin malah ditigakan). Dan bagi saya, tidak ada orang paling bodoh kecuali mereka yang mau melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang dicintainya. Bodoh. Memangnya dengan melakukan semua suruhannya, orang tersebut bisa jatuh cinta dengan kita? Justru itu yang namanya diperalat, dimanfaatkan.

Meskipun pengalaman saya dalam hal mencintai masih sangat sedikit, bahkan setetes air pun belum dapat dijadikan takaran, tapi justru karena itulah saya di sini, dengan akal sehat yang masih saya miliki berusaha memberikan nasehat, well kalau nasehat terkesan berlebihan, anggap saja sebagai pendapat. Dari pengalaman-pengalaman orang lain mengenai cinta, saya mungkin lebih bisa berpikir jernih dalam menilai cinta. Siapa tahu mungkin suatu saat saya berada diposisi sedang dibutakan cinta, jadi setidaknya ketika membaca tulisan saya ini, saya segera menyadarinya. Tapi saya akan selalu berdoa hal itu tidak terjadi, karena saya tidak mau menjadi orang paling gila dan paling bodoh di dunia.

Pembutaan cinta yang sering membuat saya gemas adalah ketika seseorang dibodohi cintanya. Dia akan melakukan segalanya untuk orang yang dicintainya. Dia merasa memiliki harapan apabila orang dicintainya itu meminta dia melakukan sesuatu. Dia bahkan tetap melakukannya meski dia tahu tidak ada harapan untuknya. Banyak hal yang akan dia korbankan untuk seseorang tersebut, dia akan mengorbankan waktunya, temannya, hobinya, bahkan keluarga dan cita-citanya demi satu cinta itu.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak bermaksud memberikan nasehat. Saya hanya ingin menyindir orang-orang seperti itu dan menyadarkan mereka, bahwa masih banyak hal yang bisa kita cintai yang juga mencintai kita. Jangan berkorban untuk orang yang kita cintai, karena orang yang mencintai kita tidak akan pernah membiarkan kita berkorban seperti itu. Jadi mulai detik ini, anda harus sadar dengan tindakan anda yang mengatas namakan cinta tersebut. Pantaskah kita, sebagai makhluk mulia, mengorbankan banyak hal untuk orang yang kita cintai?yang bahkan kita sendiri tidak tahu kebenaran cintanya pada kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: